Lewati ke konten utama

BhumiNews

Jurnalisme untuk Bumi yang Lebih Baik

Culture

Mengenal Apa Itu Kimpul, Umbi Kaya Manfaat

Mengenal Apa Itu Kimpul, Umbi Kaya Manfaat
ilustrasi kimpul

Kimpul merupakan salah satu tanaman umbi lokal yang menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat selain nasi, kentang, atau singkong. Kimpul menyimpan potensi ketahanan pangan lokal yang luar biasa. Umbi ini kaya akan nutrisi penting yang tubuh butuhkan. Selain itu, kimpul mudah petani budidayakan di berbagai macam cuaca dan daerah. Oleh karena itu, potensi kimpul sebagai pengganti nasi putih sangat besar.

Ringkasan Utama

  • Kimpul merupakan salah satu tanaman umbi lokal yang menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat selain nasi, kentang, atau singkong
  • Kimpul merupakan sumber karbohidrat kompleks unggulan dengan indeks glikemik rendah.
  • Umbi ini kaya serat, vitamin, dan mineral penting untuk menunjang pencernaan.
  • Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi provinsi penghasil utama kimpul.
  • Pengolahan kimpul wajib membuang getah oksalat agar tidak menyebabkan gatal.

Mengenal Kimpul

Kimpul adalah umbi-umbian dari famili talas-talasan (Araceae) dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium (atau X. violaceum dalam beberapa literatur). Tanaman ini termasuk famili Araceae dan banyak tumbuh di wilayah tropis. Kimpul umumnya merujuk pada Xanthosoma sagittifolium, sedangkan taro merupakan Colocasia esculenta.

Asal Usul Kimpul

Menurut Wikipedia, Kimpul berasal dari wilayah Amerika Tropis, khususnya bagian utara Amerika Selatan. Namun, tanaman ini sudah tumbuh subur di seluruh pelosok Indonesia sejak berabad-abad lalu. Selanjutnya, masyarakat pedesaan sering menjadikan kimpul sebagai makanan ringan pendamping kopi.

Di Indonesia, umbi yang juga dikenal sebagai talas Belitung ini memiliki banyak nama daerah, seperti bentul atau kimpul linjik di Jawa, tales campa di Madura, hingga keladi di Maluku. Secara fisik, tanaman kimpul memiliki bentuk yang cukup khas. Daun tanaman ini lebar dan menyerupai bentuk mata panah. Batangnya tumbuh tegak memanjang dengan warna hijau kekuningan atau sedikit keunguan. Sementara itu, umbinya berbentuk lonjong dengan warna daging putih atau kekuningan. Kulit umbi ini bertekstur agak kasar dan memiliki serabut tipis.

ilustrasi umbi kimpul
Ilustrasi Umbi Kimpul

Rincian Kandungan Gizi Umbi Kimpul

Banyak ahli gizi mengakui kehebatan nutrisi yang kimpul miliki. Umbi ini bukan sekadar sumber pengenyang perut semata. Bahkan, kimpul menyediakan berbagai mineral dan vitamin esensial pendukung imun. Dengan demikian, Anda bisa menjadikannya menu diet harian yang sehat. Kandungan lemaknya juga sangat rendah sehingga sangat aman.

Kandungan gizi dan manfaat kimpul :

  • Karbohidrat kompleks dalam bentuk pati, cocok sebagai sumber energi alternatif nasi atau kentang
  • Serat pangan yang lebih tinggi daripada nasi putih, membantu kenyang lebih lama
  • Protein, vitamin B3, vitamin C, beta karoten, serta mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, kalsium, zat besi, dan tembaga
  • Senyawa bioaktif seperti flavonoid dan diosgenin yang berpotensi bagi kesehatan

Berdasarkan riset tentang memanfaatkan talas belitung untuk ketahanan pangan dan gizi oleh beberapa food Scientist. Rincian nutrisi dalam 100 gram kimpul mentah antara lain sebagai berikut :

Tabel Kandungan Gizi Kimpul per 100 Gram
Komponen Gizi Jumlah Satuan
Energi 125–135 Kalori
Karbohidrat 20–25 Gram
Protein 2–5 Gram
Serat Pangan 1–2 Gram
Kalsium 8,67 – 28,5 Miligram

Beragam Manfaat Kimpul bagi Kesehatan Tubuh

Konsumsi kimpul secara rutin membawa banyak dampak positif bagi tubuh. Tentu saja, Anda harus mengolahnya dengan cara yang bersih dan tepat. Berikut adalah beberapa khasiat utamanya bagi kesehatan.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Kimpul mengandung serat pangan yang tergolong cukup tinggi. Serat ini mampu memperlambat proses penyerapan glukosa dalam aliran darah. Akibatnya, lonjakan gula darah mendadak setelah makan dapat Anda hindari. Oleh karena itu, penderita diabetes sangat cocok mengonsumsi kimpul rebus.

Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan

Kandungan serat kimpul juga berperan aktif melancarkan sistem pencernaan. Serat ini membantu usus besar mendorong sisa makanan menjadi lebih mudah. Selain itu, pati resisten dalam kimpul bertindak sebagai prebiotik alami. Alhasil, bakteri baik dalam usus bisa berkembang optimal dan mencegah sembelit.

Daerah Sentra Produksi Kimpul di Indonesia

Tanaman kimpul sangat adaptif terhadap berbagai kondisi tanah dan cuaca. Oleh karena itu, tingkat penyebarannya di Indonesia menjadi sangat luas. Pulau Jawa saat ini masih mendominasi produksi umbi lezat ini. Misalnya, wilayah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Secara spesifik, daerah Bogor dan Sukabumi merupakan sentra utama kimpul. Petani setempat biasanya menanam kimpul sebagai tanaman sela di kebun. Selanjutnya, daerah Wonosobo dan Magelang juga secara konsisten menghasilkan kimpul berkualitas. Produksi tanaman ini terbukti sangat membantu ekonomi para petani kecil.

Panduan Aman Mengolah Umbi Kimpul

Satu hal penting harus Anda perhatikan secara saksama sebelum memasak. Kimpul mentah mengandung senyawa kristal kalsium oksalat alami. Senyawa ini bisa menyebabkan rasa gatal yang hebat pada mulut. Namun, Anda bisa menghilangkan getah ini dengan sangat mudah.

Cara aman mengolah kimpul (talas beras) agar tidak gatal adalah dengan mengupas kulitnya menggunakan sarung tangan, merendam potongan umbi dalam air garam, dan merebus atau mengukusnya hingga benar-benar matang.

Langkah-Langkah Mengolah Kimpul yang Aman :

  • Pilih umbi yang tua: Gunakan kimpul yang tua, berukuran besar, dan terasa berat agar teksturnya empuk.
  • Pakai sarung tangan: Gunakan sarung tangan plastik atau oleskan sedikit minyak ke tangan saat mengupas agar getahnya tidak membuat kulit gatal.
  • Kupas dan potong: Kupas seluruh kulit ari kimpul dengan pisau bersih, lalu potong sesuai selera.
  • Rendam air garam: Rendam potongan kimpul di dalam air bersih atau air garam selama beberapa waktu untuk melunturkan sisa getah dan senyawa pemicu gatal.
  • Rebus atau kukus matang: Masak kimpul hingga empuk dan matang sempurna. Anda juga bisa membuang air rebusan pertamanya untuk hasil yang lebih aman.
  • Jangan makan mentah: Pastikan kimpul tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang karena kandungan kristal kalsium oksalatnya masih aktif.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apa perbedaan utama antara kimpul dengan talas biasa?
Kimpul memiliki daun yang bentuknya meruncing mirip ujung panah. Sedangkan talas biasa memiliki daun berbentuk perisai utuh yang membulat. Selain itu, tekstur daging kimpul umumnya terasa lebih padat dan empuk saat Anda rebus.
Apakah kimpul aman untuk konsumsi ibu hamil?
Ya, kimpul sangat aman, sehat, dan bergizi bagi para ibu hamil. Asalkan, Anda memastikan kimpul dimasak hingga benar-benar matang. Pematangan yang sempurna akan menghilangkan senyawa oksalat pemicu rasa gatal.
Berapa lama waktu ideal untuk merebus kimpul?
Biasanya, potongan kimpul membutuhkan waktu rebus sekitar 20 hingga 30 menit. Anda wajib memastikannya matang sempurna. Cara terbaik adalah menusuk daging umbi menggunakan garpu untuk mengecek tingkat keempukannya.
Bisakah kimpul diolah menjadi tepung?
Tentu saja, kimpul sangat bisa Anda proses menjadi tepung bebas gluten. Banyak pelaku industri rumahan menjemur irisan kimpul hingga kering, lalu menggilingnya menjadi tepung halus untuk bahan pembuatan kue sehat.