Fasilitas PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) Benowo diresmikan pada 6 Mei 2021. Berlokasi di Surabaya dengan tujuan utama mengatasi masalah volume sampah perkotaan sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. PSEL Benowo berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Jawa Timur (berbatasan langsung dengan Kabupaten Gresik dan dekat dengan kawasan Romokalisari serta Stadion Gelora Bung Tomo)
Ringkasan
- PSEL Benowo diresmikan pada 6 Mei 2021.
- Tempat ini memiliki kapasitas tangguh untuk memproses sekitar 1.600 ton limbah setiap harinya.
- Proses pengolahan tersebut berhasil memproduksi total energi listrik bersih sebesar 10,65 Megawatt.
- Sistem operasionalnya menggunakan perpaduan dari teknologi gasifikasi dan landfill gas power plant.
- Pemerintah berencana memperbarui sistem menuju teknologi insinerasi mutakhir pada tahun 2032 mendatang.
Asal Usul Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Gagasan awal fasilitas ini lahir dari pemikiran visioner Wali Kota Tri Rismaharini. Pada periode tahun 2010, beliau aktif mencari jalan keluar untuk mengelola tingginya penumpukan limbah. Kemudian, Pemerintah Kota Surabaya mulai berkolaborasi dengan tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Adalah Prof Ir Joni Hermana MScES PhD (Teknik Lingkungan), I Dewa Ayu Agung Warmadewanthi ST MT PhD (Teknik Lingkungan), Ary Bachtiar Krishna Putra ST MT PhD (Teknik Mesin), Dimas Anton Asfani ST MT PhD (Teknik Elektro), Ir Mudji Irmawan Arkani MT (Teknik Sipil), dan Hendra Cordova ST MT (Teknik Fisika). Kerja sama strategis ini berfokus pada penyiapan infrastruktur teknis dan pemilihan metode pengolahan yang tepat. Setelah itu, pemerintah menggandeng PT Sumber Organik pada tahun 2012 untuk mengeksekusi proyek percontohan tersebut. PSEL Benowo mulai beroperasi pada 2021 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
Kapasitas dan Proses Pengolahan Limbah
Lokasi pengolahan limbah mandiri ini berada persis di area Tempat Pemrosesan Akhir Benowo. Kawasan ini memegang peranan sangat krusial dalam menyokong sistem kebersihan kota metropolitan sebesar Surabaya. Setiap harinya, para pekerja mengelola hingga 1.600 ton material buangan dari aktivitas warga kota. Sebagai hasilnya, persentase beban penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir menurun secara perlahan namun pasti. Badan Pemeriksa Keuangan bahkan secara khusus mengkaji tempat ini sebagai model percontohan ketahanan energi.

Teknologi Landfill Gas Power Plant
Metode pertama bekerja dengan cara menangkap emisi gas metana dari tumpukan sampah secara alami. Sistem inovatif ini secara rutin memproses sebanyak 600 ton tumpukan limbah setiap harinya. Dari aktivitas operasional tersebut, mesin turbin pembangkit sukses menyalurkan aliran listrik hingga 1,65 Megawatt. Selain murni memproduksi energi, pemanfaatan gas metana ini sangat ampuh mencegah pelepasan gas rumah kaca. Dengan demikian, kualitas udara dan kelestarian ekosistem di sekitar lokasi penampungan tetap terjaga dengan baik.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jenis sampah | Sampah organik (sisa makanan, sayuran, dll.) |
| Proses | Fermentasi anaerobik menghasilkan gas metana (landfill gas) |
| Kapasitas olah | 600 ton sampah per hari |
| Output listrik | 1,65–2 MW |
| Keunggulan | Memanfaatkan gas metana yang biasanya terbuang atau bocor ke atmosfer |
| Status | Sudah beroperasi sejak awal (metode lama yang kemudian diperbarui) |
Pemanfaatan Teknologi Gasifikasi
Sementara itu, pengelola menggunakan sistem teknologi gasifikasi untuk memusnahkan sisa 1.000 ton limbah lainnya. Proses pemanasan ini sukses memicu pelepasan energi panas tingkat tinggi di dalam mesin tungku khusus. Kemudian, alat penggerak utama langsung mengubah panas tersebut menjadi pasokan aliran listrik sebesar 9 Megawatt. Selanjutnya, perusahaan secara berkesinambungan mendistribusikan pasokan daya energi ini menuju gardu induk PLN Altaprima terdekat. Walaupun berbasis pembakaran sampah, tingkat emisi udara dari cerobong asap terbukti sangat bersahabat bagi lingkungan.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jenis sampah | Sampah non-organik (plastik, kertas, tekstil, dll.) |
| Proses | Gasifikasi (pembakaran suhu tinggi dengan oksigen terbatas) |
| Kapasitas olah | 1.000 ton sampah per hari |
| Output listrik | 9–12 MW |
| Keunggulan | Lebih cepat dan efisien dibanding landfill gas, mampu mengolah volume besar |
| Status | Dimulai operasional Maret 2021, diresmikan Mei 2021 |
Total Kapasitas PSEL Benowo
PSEL Benowo menghasilkan total output listrik sebesar 10,65 MW. Menurut informasi dari Antara, fasilitas PSEL Benowo dapat melayani aliran listrik untuk sekitar 5.885 rumah tangga di wilayah Surabaya dan sekitarnya dengan asumsi standar daya 1.300 VA.
| Komponen | Kapasitas Olah | Output Listrik |
|---|---|---|
| Landfill Gas Power Plant | 600 ton/hari | 1,65–2 MW |
| Gasification Power Plant | 1.000 ton/hari | 9–12 MW |
| Total | 1.600 ton/hari | 10,65–14 MW |
Dampak Positif Terhadap Kelestarian Lingkungan
Operasional proyek strategis ini terus menghadirkan beragam dampak positif yang nyata bagi pemulihan alam sekitar. Pembangkit listrik mandiri ini sangat membantu mempercepat pencapaian target emisi nol bersih di daerah Surabaya. Lebih lanjut, para pemangku kebijakan juga giat menata ulang kawasan lahan buangan lama melalui metode pirolisis. Mereka mendaur ulang sampah lama untuk membentuk material bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna. Hasil akhirnya, lahan bekas tumpukan limbah berbahaya itu kini bertransformasi menjadi area Ruang Terbuka Hijau.
Rencana Pembaruan Sistem di Masa Depan
Pemerintah Kota Surabaya tidak pernah berhenti melakukan inovasi demi memaksimalkan layanan pengolahan kebersihan publik. Para pejabat berwenang sudah menyusun rancangan cetak biru untuk segera menerapkan teknologi insinerasi di masa depan. Proses peralihan ke sistem teknologi mutakhir ini rencananya akan berjalan setelah masa kontrak tahun 2032 berakhir. Menurut kajian Kementerian Lingkungan Hidup, metode insinerasi sanggup menghasilkan volume residu akhir yang jauh lebih rendah. Sembari menanti proses peralihan itu, petugas tetap aktif mengolah sisa residu gasifikasi menjadi material bahan konstruksi.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
- Kapan pemerintah pusat meresmikan operasional PSEL Benowo?
- PSEL Benowo ini resmi beroperasi pada tanggal 6 Mei 2021.
- Berapa estimasi kapasitas total pengolahan sampah harian di tempat tersebut?
- Secara keseluruhan, sarana infrastruktur pengolahan canggih ini sanggup memproses hingga 1.600 ton limbah rumah tangga setiap harinya.
- Apakah sisa asap buangan dari sistem teknologi gasifikasi mencemari kualitas udara?
- Tidak sama sekali, karena hasil uji kualitas secara berkala membuktikan bahwa sisa emisi gasifikasi selalu berada di bawah batas kewajaran.
- Apa rencana pembangunan jangka panjang pemerintah untuk terus memajukan fasilitas ini?
- Pemerintah daerah berniat meningkatkan kemampuan sistem pengolahan limbah menuju metode insinerasi mutakhir setelah kesepakatan kontrak berjalan usai di tahun 2032.




