
Mengkaji asal usul kata sunda membawa kita pada sejarah panjang yang melintasi disiplin ilmu linguistik dan geografi. Pemahaman ini sangat penting sebagai landasan kultural dalam melihat wacana perubahan nama provinsi Jawa Barat.
- Makna etimologis dari bahasa Sanskerta mengartikan kata tersebut sebagai terang, benderang, atau suci.
- Istilah ini telah lama digunakan dalam disiplin ilmu geologi (Paparan Sunda) jauh sebelum pembagian wilayah administratif modern.
- Nomenklatur “Jawa Barat” pada dasarnya adalah produk administratif kolonial Belanda pada tahun 1925.
- Fakta historis inilah yang menjadi fondasi budayawan untuk mendorong wacana yang diulas lengkap dalam pilar Sejarah dan Latar Belakang Tatar Sunda.
Etimologi dan Asal Usul Kata Sunda dalam Literatur Kuno
Berdasarkan berbagai literatur sejarah dan kebudayaan, kata “Sunda” memiliki akar yang kuat dari bahasa Sanskerta. Kata dasar Sund atau Suddha diartikan sebagai sesuatu yang bersinar, terang, benderang, putih, atau bersih. Pemaknaan ini merujuk pada karakter geografis atau sifat sosio-kultural masyarakatnya yang identik dengan kebaikan dan kesucian.
Dalam catatan sejarah yang lebih luas, istilah ini tidak eksklusif milik kebudayaan lokal. Para ahli geologi global menggunakan kata ini untuk menamai kawasan prasejarah di Asia Tenggara, yakni Paparan Sunda (Sundaland). Ini membuktikan entitas tersebut diakui dunia jauh sebelum batas politik modern terbentuk.
Sejarah Nomenklatur “Jawa Barat” (Produk Kolonial)
Jika istilah tersebut sudah mengakar begitu lama, mengapa wilayah ini dinamakan Jawa Barat?
Menurut kajian sejarah Universitas Padjadjaran (Unpad), nama “Jawa Barat” sejatinya bukanlah lahir dari rahim kebudayaan lokal. Penamaan ini murni produk administratif pemerintahan kolonial Hindia Belanda melalui kebijakan Bestuurshervorming (1925) yang melahirkan Provincie West-Java. Pembagian yang didasarkan pada titik mata angin inilah yang perlahan mengaburkan identitas kultural asli masyarakat Pasundan.
Menjahit Identitas Melalui Kongres Sunda
Keresahan atas hilangnya identitas historis ini mencapai puncaknya pada Kongres Sunda 12 Oktober 2020. Para tokoh masyarakat sepakat bahwa mengembalikan nama provinsi adalah upaya pelurusan sejarah. Penggunaan nomenklatur kultural dianggap akan mengembalikan spirit kebudayaan yang selama lebih dari seabad tertutup nomenklatur kolonial.
Pertanyaan Seputar Asal Usul Kata Sunda (FAQ)
Q: Apakah kata tersebut hanya merujuk pada nama suku?
A: Tidak. Secara historis dan akademis, ia juga merujuk pada kawasan geografis (Paparan Sunda) serta merepresentasikan nilai kultural dari akar kata Sanskerta.
Q: Mengapa budayawan menolak nama Jawa Barat?
A: Karena nama tersebut adalah terjemahan dari West-Java buatan kolonial tanpa mempertimbangkan entitas kebudayaan asli (Pasundan) yang sudah ada sebelumnya.
Sumber Referensi Topik:
- Detik Jabar (2024). “Asal-usul Kata ‘Sunda’ yang Diusulkan Jadi Nama Provinsi Jawa Barat”.
- Lubis, N. H. (Sejarawan Unpad). Kajian Historis Pembentukan Provinsi Jawa Barat dan Eksistensi Tatar Sunda.
Tinggalkan Balasan