Lewati ke konten utama

BhumiNews

Jurnalisme untuk Bumi yang Lebih Baik

News

Penyelamatan Orangutan Terdampak Kebakaran Hutan di Ketapang Membuka Mata Dunia

Penyelamatan Orangutan Terdampak Kebakaran Hutan di Ketapang Membuka Mata Dunia
Ilustrasi Penyelamatan orangutan terdampak kebakaran hutan

Penyelamatan orangutan terdampak kebakaran hutan menjadi perhatian utama BKSDA Kalimantan Barat dan YIARI. Petugas menemukan seekor orangutan jantan bernama Sampurna di perkebunan warga Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang. Akibatnya, satwa liar ini berada dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri karena paparan asap pekat.

Poin Penting Penyelamatan Orangutan

  • Evakuasi Darurat: Tim gabungan mengevakuasi orangutan Sampurna yang pingsan akibat asap karhutla di Ketapang.
  • Penanganan Medis: Petugas medis YIARI memberikan bantuan oksigen serta cairan infus untuk menstabilkan kondisi pernapasan satwa.
  • Ancaman Karhutla: Kebakaran hutan di Kalimantan Barat telah menghanguskan lebih dari 38.000 hektar lahan sepanjang 2026.
  • Dampak Ekologis: Kebakaran merusak fragmen hutan, mempersempit ruang jelajah, dan memicu konflik satwa dengan manusia.

Kronologi Penemuan Orangutan Sampurna di Ketapang

Warga menemukan orangutan Sampurna pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Satwa jantan dewasa tersebut tergeletak lemas di area perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. Selain itu, kabut asap tebal bekas kebakaran hutan sehari sebelumnya masih menyelimuti kawasan tersebut.

Masyarakat segera melaporkan temuan tersebut kepada BKSDA Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang. Oleh karena itu, tim gabungan bersama YIARI langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas mendapati Sampurna dalam kondisi sangat lemah tanpa daya.

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, memberikan penjelasan mengenai dugaan penyebab keberadaan orangutan tersebut. “Diduga akibat kebakaran hutan dan lahan, orangutan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan,” ujar Sarbandi.

Penanganan Medis Penyelamatan Orangutan Terdampak Kebakaran Hutan

Tim medis YIARI memberikan pertolongan pertama secara cepat di lokasi penemuan. Dokter hewan memasang tabung oksigen dan saluran infus untuk memulihkan fisik Sampurna. Langkah ini dilakukan sebab paparan asap pekat mengganggu sistem pernapasan satwa.

Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan bahaya paparan asap karhutla terhadap primata endemik ini.

“Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru,” kata Komara.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka bakar maupun luka terbuka pada tubuh Sampurna.

Namun, kondisi pernapasan yang memburuk membuat tim memutuskan untuk membius satwa tersebut. Selanjutnya, tim mengevakuasi Sampurna menuju Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri. Fasilitas ini berjarak sekitar 80 kilometer dari tempat penemuan.

Direktur Operasional YIARI, Argitoe Ranting, menegaskan komitmen tim dalam merespons darurat karhutla.

“Tim medis dan tim penyelamatan YIARI kami siagakan selama 24 jam untuk merespons laporan dan melakukan tindakan penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegas Argitoe. Dikutip dari Antara.

Data Kasus Evakuasi Orangutan dan Karhutla Kalimantan Barat

Kebakaran hutan di Kalimantan Barat membawa dampak serius terhadap kelestarian ekosistem dan populasi satwa liar. Oleh sebab itu, BKSDA Kalbar dan YIARI terus meningkatkan patroli serta aksi evakuasi di lapangan.

Berikut adalah catatan data evakuasi satwa serta kondisi kebakaran hutan di Kalimantan Barat berdasarkan laporan resmi terbaru:

Data Evakuasi Orangutan dan Luas Karhutla Kalimantan Barat
Indikator Pemantauan Rincian Data Sumber / Keterangan
Penyelamatan Orangutan  (3 Minggu Terakhir) 7 Individu YIARI & BKSDA Kalbar (Agustus 2026)
Lokasi Evakuasi Sampurna Desa Laman Satong, Ketapang Perkebunan Sawit Warga
Jarak ke Pusat Rehabilitasi 80 Kilometer Sungai Awan Kiri, Ketapang
Luas Karhutla Kalbar (Pertengahan 2026) > 38.000 Hektar Data SiPongi Kemenhut RI
Luas Karhutla Kalbar (Total 2025) 26.702 Hektar Data SiPongi Kemenhut RI
Estimasi Populasi Orangutan (PHVA 2016) 71.820 Individu Kawasan Sumatra & Kalimantan

Ancaman Fragmentasi Hutan terhadap Kelangsungan Hidup Primata

Penyelamatan Sampurna menambah daftar panjang primata yang terdampak karhutla. Pasalnya, YIARI mencatat tujuh individu orangutan telah di evakuasi dalam waktu tiga minggu saja. Sebagai contoh, tim menyelamatkan induk dan anak orangutan di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, pada 28 Agustus 2026.

Sebelum karhutla melanda, fragmentasi hutan akibat perluasan perkebunan sudah membatasi ruang gerak satwa. Akibatnya, kebakaran besar pada Juli dan Agustus 2026 menghancurkan fragmen hutan tersisa. Kondisi ini merusak jalur pergerakan alami dan memusnahkan sumber pakan liar.

Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menyoroti masalah degradasi lingkungan ini.

“Kasus yang kembali terjadi di wilayah ini menunjukkan persoalan kebakaran dan perubahan tutupan lahan belum selesai,” ujar Silverius.

Oleh sebab itu, perubahan tutupan lahan menjadi tekanan jangka panjang bagi kelestarian satwa.

Selain merusak habitat, kerusakan hutan mendorong orangutan masuk ke area permukiman. Hal ini meningkatkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar. Oleh karena itu, perlu langkah mitigasi menyeluruh untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Peran Vital Orangutan dalam Meremajakan Ekosistem Hutan

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki peran ekologis yang amat krusial. Satwa ini berfungsi sebagai spesies payung sekaligus penyebar benih di alam bebas. Dengan daya jelajah mencapai 40 hektar, orangutan menyebarkan biji-bijian dari buah yang dimakannya.

Penyebaran biji tersebut memicu tumbuhnya pohon-pohon baru di hutan rimba. Dengan demikian, proses peremajaan hutan terjadi secara alami berkat aktivitas primata ini. Hutan yang lestari memberikan manfaat besar bagi manusia sebagai penghasil oksigen dan penyerap air.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengimbau masyarakat untuk turut menjaga satwa liar.

“Masyarakat diminta tidak mendekati, mengejar, memberi makan, atau melukai orangutan yang masuk ke kebun dan permukiman. Jaga jarak dan segera laporkan kepada BKSDA,” kata Murlan.

Data Kemenhut menunjukkan populasi orangutan di Sumatra dan Kalimantan tersisa sekitar 71.820 individu berdasarkan PHVA 2016. Namun, karhutla masif berpotensi mempercepat kepunahan spesies ini. Oleh sebab itu, penyelamatan habitat menjadi agenda mendesak bagi semua pihak.

Pertanyaan Sering Diajukan

Mengapa orangutan Sampurna bisa ditemukan di perkebunan warga?
Sampurna terdesak keluar dari habitat aslinya akibat kebakaran hutan dan asap pekat di wilayah Ketapang. Satwa tersebut berpindah mencari udara bersih hingga akhirnya tergeletak lemas di kebun warga.
Bagaimana kondisi kesehatan orangutan Sampurna saat dievakuasi?
Saat ditemukan, Sampurna berada dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami gangguan pernapasan. Namun, tim medis YIARI tidak menemukan adanya luka terbuka atau luka bakar pada tubuhnya.
Pertolongan medis apa yang diberikan kepada Sampurna di lokasi?
Tim dokter hewan YIARI memberikan bantuan tabung oksigen dan cairan infus secara langsung di lapangan untuk menstabilkan kondisi pernapasan dan fisiknya.
Di mana orangutan Sampurna menjalani perawatan rehabilitasi?
Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri, Ketapang, yang berjarak sekitar 80 kilometer dari lokasi penemuan.
Apa fungsi utama orangutan bagi kelestarian hutan liar?
Orangutan bertindak sebagai penyebar benih tanaman dengan wilayah jelajah mencapai 40 hektar. Aktivitas ini sangat penting untuk peremajaan pohon dan menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Apa yang harus dilakukan warga jika menemukan orangutan masuk perkebunan?
BKSDA meminta warga tidak mengejar, melukai, atau memberi makan orangutan. Warga diimbau menjaga jarak aman dan segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas BKSDA setempat.